Minggu, 08 Maret 2015

Relaktasi Suplementer Menyusui


Relaktasi adalah proses menyusui kembali. Ini terjadi ketika seorang ibu memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui, tanpa melihat berapa lama laktasi terhenti. Relaktasi bisa dilakukan oleh para ibu setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui.

Kondisi apa saja yang membutuhkan relaktasi?
  1. Bayi terpisah dari ibu karena salah satu dari mereka sakit dan setelah sembuh ingin memberikan ASI kembali
  2. Ibu yang beberapa saat tidak dianjurkan menyusui, misalnya untuk pemeriksaan dengan zat radioaktif.
  3. Bayi prematur saat mulai belajar menyusu sehingga proses pemberian ASI atau susu formula dilakukan dengan alat bantu. Setelah berat badan si bayi cukup, si ibu ingin menyusuinya secara langsung.
  4. Yang paling umum, karena berbagai alasan (misalnya produksi ASI menurun), seorang ibu beralih ke susu formula, sehingga akhirnya menurunkan produksi ASI
Faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan relaktasi?
1. Hal yang berhubungan dengan bayi
a) Keinginan bayi untuk menyusu. Keberhasilan relaktasi terjadi bila bayi segera menyusu saat didekatkan pada payudara. Pada awalnya bayi memerlukan bantuan untuk dapat melekat dengan benar pada payudara. Salah satu penelitian relaktasi menemukan bahwa 74% bayi menolak untuk segera menyusu pada awal laktasi yang disebabkan karena bayi kesulitan melekat pada payudara dan memerlukan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih mengatasinya. Penolakan pada awal relaktasi bukan berarti bayi akan selalu menolak menyusu pada ibu, diperlukan kesabaran ibu untuk menghadapi hal ini.
b) Usia bayi. Akan lebih mudah melakukan relaktasi pada bayi baru lahir sampai bayi berusia kurang dari 8 minggu.
c) Lamanya waktu laktasi terhenti (breastfeeding gap). Umumnya relaktasi akan lebih mudah bila waktu terhentinya laktasi belum lama
d) Pengalaman makan bayi selama terhentinya laktasi. Kesulitan mengajari bayi untuk menyusu kembali sering kali terjadi bila bayi tersebut sudah terbiasa menggunakan dot. Sehingga untuk kasus bayi yang lahir dengan berat badan rendah disarankan untuk diberikan minum dengan cangkir untuk mempermudah proses relaktasi.
e) Sudah mendapat makanan pendamping. Relaktasi akan sulit dilakukan pada bayi yang sudah mendapat makanan pendamping.
2. Hal yang berhubungan dengan ibu
a) Motivasi ibu. Ibu mempunyai motivasi yang kuat karena mengetahui laktasi sangat penting dalam mendukung kesehatan bayi.
b) Lamanya waktu dari berhentinya laktasi (lactation gap). Umumnya makin pendek waktu terhentinya laktasi, makin mudah ibu untuk melakukan relaktasi.
c) Kondisi payudara ibu. Adanya infeksi atau luka pada payudara maupun bentuk puting yang terbenam menjadikan alasan ibu menghentikan laktasi. Setelah infeksi teratasi dan ibu mendapat bimbingan laktasi, motivasi ibu muncul untuk menyusui anaknya kembali.
d) Kemampuan ibu untuk berinteraksi dengan bayinya dan dukungan dari keluarga, lingkungan dan tenaga kesehatan.

Persiapan Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Relaktasi?
  1. Pilihlah waktu melakukan relaktasi yang tepat. Sebaiknya relaktasi tidak dilakukan dalam periode pindahan rumah, ibu sedang banyak kegiatan, ibu atau bayi sedang tidak terlalu sehat, sehari-hari ibu hanya tinggal sendiri di rumah dengan bayi, dsb.
  2. Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  3. Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di lingkungan.
  4. Konsultasikan masalah Anda dengan tenaga profesional seperti konselor atau konsultan laktasi. Sebagian besar proses relaktasi memang membutuhkan pendampingan konselor atau konsultan menyusui.
  5. Percaya bahwa akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun yakin bahwa perjuangan akan membuahkan hasil.
  6. Pastikan cukup makan dan minum yang bergizi untuk menjaga kondisi tubuh selama proses relaktasi.
  7. Anda dapat mengkonsumsi apapun yang Anda sukai dan Anda percayai dapat meningkatkan produksi ASI. Ingat, kata kuncinya adalah “suka” dan “percaya”. Jika Anda tidak percaya bahwa suatu makanan atau minuman bisa memperbanyak ASI, hasilnya tidak akan optimal. Begitu juga jika Anda mengkonsumsi makanan atau minuman secara terpaksa. Jika diperlukan. mintalah kepada dokter Anda obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI,
  8. Mulai mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi.
  9. Kurangi kegiatan di luar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  10. Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin.
  11. Lakukan terus komunikasi pada bayi Anda, meskipun si kecil belum sepenuhnya memahami apa yang Anda katakana, namun komunikasi ini akan mampu meningkatkan bonding antara Ibu dengan bayi, sekaligus meningkatkan sugesti positif ibu agar sukses relaktasi.
  12. Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  13. Berlatih memposisikan bayi pada payudara dengan posisi dan pelekatan yang benar. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.

Bagaimana Cara Melakukan Relaktasi?
Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi menyusu sesering mungkin pada payudara. Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam atau lebih jika memang bayi menginginkannya.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat tempuh dalam proses relaktasi:
  1. Biarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  2. Usahakan untuk selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin sedang dihasilkan secara optimal.
  3. Susu formula yang sebelumnya sudah diberikan tetap diberikan sesuai berat badan bayi, tetapi segera setelah ASI mulai keluar sedikit, porsi susu formula tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60 ml dalam sehari, sampai akhirnya tidak diberi sufor sama sekali. Sufor hendaknya tidak diberikan dengan dot, tetapi dengan pipet, cup feeder atau sendok. Hentikan juga penggunaan empeng, karena empeng akan membuat bayi merasa nyaman sehingga dia merasa tidak perlu menghisap pada payudara ibu.
  4. Lama berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk menghasilkan kembali atau meningkatkan pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan dibutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali atau meningkatkan produksinya.
  5. Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.
  6. Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.
  7. Pastikan posisi dan pelekatan menyusui sudah benar dan nyaman.
  8. Jika bayi menolak mengisap payudara yang ’kosong’, ibu dapat memberikan susu (formula atau ASIP) melalui pemakaian pipa nasogastrik yang dihubungkan ke cangkir atau semprit, dimana sisi yang satu lagi di tempelkan pada payudara. Ibu dapat mengontrol pengaliran cairan dengan menaikkan atau merendahkan cangkir atau semprit saat bayi menyusu pada payudara ibu. Metode drip drop dengan menggunakan pipet yang diteteskan di payudara saat bayi menyusu merupakan salah satu metode yang sering digunakan.
  9. Terus pantau jumlah BAK harian bayi (setidaknya 6 kali) dan juga kenaikan berat badan bayi yaitu sekurangnya 500 gram dalam sebulan.

Minggu, 15 Februari 2015

Persalinan Fisiologis

Pengkajian
A. Anamnesis
Initial Assesment :
Indikasi :
·  Kontraksi
·  Kelainan Vagina
·  Ketuban pecah spontan
·  Nyeri Persalinan
History :
·  Verbal
·  Riwayat Kehamilan
·  Obstetri
·  Gynekologi
·  Medis
·  Bedah
·  Psikologi, budaya dan spiritual
B. Pemeriksaan Fisik 
Pemeriksaan Fisik :
·  TTV Maternal
·  Status nutrisi dan hidrasi
·  Penampilan Umum
Abdominal Assessment
·  Memberikan privasi dan mendapatkan persetujuan
·   Fundus, kontraksi uterus, presentasi, posisi dan engagement (bagian terbawah janin)
·  Kontraksi-durasi, kekuatan frekuensi
·  Askultasi DJJ dan respon kontraksi
Pengeluaran Vaginal 
·   Show, lendir (warna,oudor,amount, and konsistensi, darah)
Vaginal Examination
·  Jika ada indikasi dan tidak ada indikasi
·  Memberikan privacy dan inform consent
Ketidaknyamanan dan nyeri
·  Assess response kontraksi
·  Review rencana persalinan
·  Diskusi keuntungan dan kelebihan pilihan
·  Mempromosikan dan memperkuat strategi koping
·  Catatan untuk menghilangkan rasa sakit
Dokumentasi
·  Tanggal, jam dan presentasi
·  Assessment
·  Waktu kontraksi
·  Waktu pecah ketuban komunikasi, advise, management plan 

Rabu, 29 Mei 2013

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi untuk mengurus SIPB

- Hut IBI pada tanggal 24 Juni 1951 dan sah menjadi hari lahirnya IBI.
- Bidan adalah seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang telah berlaku, dicatat (registrasi), diberi izin secara sah untuk menjalankan praktek.   (Nazriah,2009. 
 - Menurut Ikatan Bidan Indonesia atau IBI (2006) adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan diberi izin secara sah untuk melaksanakan praktek, Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan kebidanan di masyarakat, bidan diberi wewenang oleh pemerintah sesuai dengan wilayah pelayanan yang diberikan. Wewenang tersebut berdasarkan peraturan Menkes RI.Nomor 900/Menkes ISK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan.
- Federation of International Gynaecologist and Obstetritian atau FIGO (1991) dan World Health Organization atau WHO (1992) mendefinisikan bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktek kebidanan di negeri itu. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan memberikan nasehat yang dibutuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan dan masa pasca persalinan, memimpin persalinan atas tanggung jawabnya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak.
Visi IBI:
Yaitu: Mewujudkan bidan professional berstandar global.
Misi IBI:
1.        Meningkatkan kekuatan organisasi
2.        Meningkatkan peran IBI dalam meningkatkan mutu Pendidikan Bidan
3.        Meningkatkan peran IBI dalam meningkatkan mutu pelayanan
4.        Meningkatkan kesejahteran anggota
5.        Mewujudkan kerjasama 
Rencana Strategis IBI tahun 2008 – 2013:
1.         Mengutamakan kebersamaan
2.         Mempersatukan diri dalam satu wadah
3.         Pengayoman terhadap anggota
4.         Pengembangan diri
5.         Peran serta dalam komonitas
6.         Mempertahankan citra bidan
7.    Sosialisasi pelayanan berkualitas
SYARAT, HAK, KEWAJIBAN 

Keanggotaan IBI

1)Keanggotaan Ikatan Bidan Indonesia adalah Warga negara Indonesia yang telah mempunyai Ijazah Bidan & mempunyai KTA (Surat tanda pengenal sebagai anggota IBI) dan kartu tersebut masih berlaku.

2)Keanggotaan Ikatan Bidan Indonesia sesuai dengan tempat domisili.

Hak Anggota

a.Anggota berhak untuk mendapatkan pengayoman dari organisasi.

b.Berhak mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.

c.Berhak mengemukakan pendapat; saran dan usul untuk kepentingan organisasi.

d.Anggota berhak menghadiri rapat dan mengajukan usul, baik tertulis maupun lisan.

e.Anggota aktif berhak memilih dan dipilih.

f.Anggota berhak memiliki (dengan ketentuan berlaku):

-Kartu Tanda Anggota IBI (KTA) yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat dan di tanda tangani Ketua Umum IBI.

-Lencana Ikatan Bidan Indonesia.

-Buku Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga.

-Seragam IBI: Nasional dan kerja.

Kewajiban Anggota

a.Tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

b.Memahami, menghayati dan mengamalkan kode etik bidan.

c.Membayar uang pangkal bagi anggota baru.

d.Membayar iuran secara teratur.

e.Menjaga IBI tetap sebagai organisasi profesi yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

Sanksi

Bentuk sanksi adalah teguran lisan, teguran tertulis dan pencabutan selaku anggota IBI. Sanksi dijatuhkan kepada anggota yang :

1.Diberlakukan kepada anggota yang merusak citra IBI.

2.Sengaja mencemarkan nama baik organisasi.

3.Menggunakan nama organisasi untuk kepentingan pribadi.

Jenis Sanksi

1.Teguran lisan 1 - 3 kali.

2.Teguran tertulis 1 - 3 kali.

3.Skorsing akan dikeluarkan dari anggota setelah dikonsultasikan dan diputuskan oleh Pengurus secara berjenjang oleh PC, PD, PP.

Sebab Berhenti dari Keanggotaan

1.Mengundurkan diri atas kemauan sendiri.

2.Meninggal dunia.

3.Diberhentikan karena sesuatu hal yang merugikan IBI.

CARA MENJADI MENDAFTAR UNTUK MENJADI ANGGOTA IBI

1.Calon anggota mengisi formulir pendaftaran.

2.Formulir yang sudah diisi diteliti kebenarannya, diputuskan dalam rapat pengurus cabang.

3.Calon anggota yang memenuhi persyaratan diregister di pengurus Cabang.

3.Download formulir pendaftaran anggota IBI atau hubungi pengurus cabang didaerah domisili anda.

Uang pangkal dan iuran anggota ditentukan sebagai berikut :

1.Uang pangkal sebesar Rp 25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) tiap anggota.

2.Iuran bulanan anggota sebesar Rp.5.000 (Lima Ribu Rupiah) tiap anggota per bulan.

2.Iuran ICM Rp 2000 (dua ribu rupiah) tiap anggota per tahun
 
Arti dari lambang IBI :http://1.bp.blogspot.com/_2svBrNSu118/TOx6D6Hrx6I/AAAAAAAAAJE/vrxvAYPR3Qw/s1600/ikatan_bidan.jpg
  1. Bentuk Bundar, dilingkari garis merah putih, melambangkan arti persatuan abadi.
  2. Buah Delima, merupakan buah yang berisi biji dan air, melambangkan kesuburan.
  3. Dua Helai Daun, melambangkan kemampuan dari pasangan laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan tumbuhnya bibit.
  4. Ular dan Cawan, menunjukkan simbol Dewa Aesculapius dan Dewi Hygea, dimana pelayanan kebidanan harus memelihara dan mempertahankan biji (bibit) agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  5. Buah Delima Merekah, menggambarkan buah delima yang sudah matang, mengandung biji-biji (benih) yang telah matang (matur) dan sehat, sehingga dapat melanjutkan generasi penerus baru yang sehat dan berkualitas. Seorang bidan diharapkan bersiap diri menjadi tenaga pelayanan kesehatan yang profesional, untuk menghantarkan benih yang matur dan sehat tersebut menjadi calon generasi penerus yang mandiri serta berkualitas. 

Rabu, 22 Mei 2013

Hot New untuk Lulusan kebidanan

Mengikuti rapat IBI di Sidoarjo didapatkan bahwa :
1. Mahasiswa lulus D III Kebidanan harus magang 3 tahun.
2. Mahasiswa lulus D III Kebidanan dalam 6 bulan pertama magang membayar Rp. 200.000,00/per bulan.
Fenomena baru untuk lulusan D III Kebidanan, alasannya selama ini sistem pendidikan tidak mampu membuat bidan siap pakai dilapangan. Stakeholder mengeluh bahwa mahasiswa tidak terampil dalam pelayanan kebidanan dan ditambah sikap bidan yang kurang berkarakter (mahasiswa dan bidan jaman skrg banyak yang motivasi bljrnya rendah, tidak mau menggali pengalaman melalui senior dan tidak mau disuruh. padahal modal menjadi seorang bidan adalah tahan banting (mental kuat), pekerja keras. Belum lagi sistem pendidikan dengan proses pembelajaran yang seadanya dalam artian pokok'e lulus.

Jumat, 01 Maret 2013

Workshop Implementasi kurikulum D III Kebidanan berbasis KBK

Issu sekolah bidan akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan hangat. Perkiraan permintaan tenaga kesehatan indonesia dari luar negeri tahun 2014 hanya 40 bidan yang terkirim. Dengan mengacu rencana pengembangan tenaga kesehatan 2011-2025 Rata-rata lulusan bidan bidan jawa timur 80.000 padahal kebutuhan Luluasan bidan di Indonesia tahun 2014 sejumlah 184.075. Maka kebutuhan lulusan dengan lulusan bidan tiap tahun tidak berbanding lurus. Banyak upaya akhir-akhir ini untuk menurunkan AKI & AKB dengan meningkatkan lulusan bidan, salah satunya berdirinya AIPKIN (Asosiasi Pendidikan Bidan Indonesia) untuk mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan bidan. 
Kurikulum merupakan inti kegiatan perkuliahan suatu pendidikan maka kurikulum ini adalah ibarat adonan kue apabila mau buat kue donat maka bahan-bahan harus sesuai, kalau tidak sesuai maka bisa menjadi lentu atau yang lain. Begitu juga kalau kurikulum bidan tidak sesuai, ingin mencetak bidan bisa menjadi SPG, Tukang Salon dll karena tidak merasa cocok jadi bidan atau tidak ada lahan pekerjaan bidan karena saking banyaknya lulusan bidan, mau praktek mandiri tidak berani karena tidak terampil. Belum Syarat pengurusan SIB, SIPB sekarang tambah ruwet...hah...Nasip Lulusan Bidan????????????????
Hari pertama Pembicara inti workshop membuat ngantuk banget, jadi gk semangat alias kurang greget. Kurikulum Berbasis kompetensi dengan metode Student Center Learning sudah sering didengungkan tp kok ya implementasinya sulit. Ternyata setelah dianalisis SCL itu harus butuh tenaga dosen yang banyak, fasilitas belajar yang memadai, waktu lama supaya kompetensi bisa tercapai. Hah...bisa berjalan gk ya dengan kondisi PTS dana swadana..repot mau berkualitas dengan kurang dukungan..
Kendala :
1. Komitmen institusi kebidanan kurang.
2. Rata-rata Pendidikan dosen belum S2
3. Dosen kebidanan banyak yang tidak praktek kebidanan 
4. Dosen muda belum pengalaman
5. Motivasi dosen bidan rendah karena sistem gajih, penghargaan dan watak dosen sendiri.
6. Kepentingan finansial dari institusi
Dosen Bidan masih belum bisa maksimal dalam mencetak lulusan bidan yang berkualitas terkendala dengan berbagai hal baik kendala secara internal maupun eksternal. 
Solusi sementara :
1. Perlunya dukungan institusi dalam menjalankan KBK.
2. Ayo dosen bidan praktek agar apa yang diajarkan tidak mengawang.
3. Sekolah kalau ada uang mau gratis bisa dikontrak yayasan atau Beasiswa dikti
4. Dosen muda kudu magang dong...dengan kesadaran 
.................................................................................................................................

Rabu, 28 November 2012

Psikologis anak umur 2 tahun

Pengalaman mengasuh anak pertama dengan ibu bekerja, anak tentunnya diasuh oleh pembantu. Dalam sehari waktu 24 jam ibu bekerja diluar rumah mulai jam 8 - 16 artinya ibu kehilangan waktu bersama anaknya selama 8 jam lebih. Kesempatan ibu mengasuh anak adalah pagi sebelum bekerja hanya 2 jam dan pulang kerja sebanyak -+ 3 jam artinya sehari waktu saya hanya 5 jam. Belum kalau ibu luar kota, hah ini fenomena akhir2 ini untuk anak yang sering di tinggal ibunya. Dampaknya anak lebih dekat dengan pembantu, manja alias caper kalau ada orang tuanya, sulit makan, mau nya selalu dituruti kalau tidak menangis, mudah marah, suka memukul, bicaranya selalu emoh, sulit diatur, berebut dgn temannya, akhirnya jadi jarang mau berteman dan keluar rumah kalau tidak moodnya, bahkan klo mau tidur orang tuanya diusir...dengan sebutan "Pergi Sana" jadi miris. Ternyata psikologis anak 2 tahun sangat peka, siapa yg paling banyak waktu bersamanya itulah yang sering disebut. Yang paling penting adalah membangun kasih sayang kembali dengan memaksimalkan waktu bersama anak ditambah kesabaran plus menghadapi anak insya allah anak akan kembali kepelukan orang tuanya. (Ini ceritaku).........

Senin, 29 Oktober 2012

Mengatasi anak sulit makan umur > 2 tahun

Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.
Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang
sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.
Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak.
Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak.
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.
Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.
Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan. 
Kebutuhan gizi anak Anda, masuk dalam kelompok usia 1- 3 tahun, dengan kebutuhan gizi per hari sebagai berikut :
•    Energi   : 1000 Kkal
•    Protein  : 25 gr  
•    Vit C     :  40 mg
•    Kalsium: 500 mg

Dalam satu hari, nutrisi tersebut dapat diperoleh dari salah satu alternatif menu makanan  berikut ini :

•    3 gelas susu : Energi 450-500 Kkal, Protein 15-18 gr, Kalsium 450-550 mg
•    12 sendok makan nasi : Energi 300 Kkal, Protein 6 gr
•    1 telur/omelet pakai margarin : Energi 100 Kkal, Protein 6 gr
•    1 potong ayam dada sedang : Energi 100 Kkal Protein 10 gr
•    1 buah jeruk sedang/pepaya/mangga : energinya 50 Kkal, kandungan Vitamin C : 50-90 mg
•    1/2 mangkuk sayur : wortel/bayam/brokoli: energinya : 20 kkal

Tips penting untuk Ibu :
•    Buat jadwal makan anak
•    Porsi makan kecil tapi sering untuk menyesuaikan kapasitas lambungnya yang terbatas
•    Hanya makan ketika waktu makan, agar anak sudah cukup lapar sehingga dapat menghabiskan porsi makannya
•    Makan besar usahakan bersama keluarga, ketika makan bersama anak belajar makan sendiri
•    Tidak harus menyantap makanan lengkap sekaligus. Yang harus diperhatikan adalah seluruh makanan dalam sehari harus ada sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur, buah dan susu dengan porsi sesuai anjuran
•    Ajak anak beraktivitas fisik yang cukup : misalnya bermain, menari bersama, berlari di taman untuk meningkatkan nafsu makan anak selain itu anak ceria, dan sehat.

Contoh  menu dan jadwal makan anak :

jam 06.00 /Bangun tidur : susu 1 gelas
jam 08.00 makan pagi    : nasi+omelet telur keju+irisan bayam
jam 10.00 snack pagi     : buah/pepaya 1/2 mangkuk
jam 11.00                      : susu 1 gelas
jam 12.30 makan siang   : nasi + sup wortel ayam
jam 15.00 snack siang    : puding 1 cup
jam 17.00                       : susu 1 gelas
jam 18.30 makan malam : nasi + ikan fillet dan brokoli cincang