Selasa, 09 Oktober 2012

Usaha Tanpa Modal

Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh. 
1. Menjadi perantara. 
  • Caranya dengan melibatkan diri dalam pemasaran sebagai marketing agen, menjual barang orang dengan cara konsi nyasi yaitu orang titip barang, dan baru bayar ketika barang laku. Setelah modal terkumpul baru buka sendiri.  
  • Kita juga bisa mulai usaha tanpa modal, dengan menjadi makelar, dengan berani bertindak, komitmen dan bergabunglah dengan orang-orang yang kaya dan sukses.
2. Kerja sama. 
  • Di mana kita menyediakan waktu, tenaga dan keahlian kita dan mengharapkan pihak lain menyediakan modalnya. 
3. Berkarir dulu. 
  • Kita melakukan ini dengan kesadaran penuh untuk manambah ilmu, mengumpulkan banyak teman membangun jaringan koneksi, tanpa terlalu memperhitungkan dengan hasil atau gaji yang diterima. Sambil menabung kita mulai usaha sebagai partner, jika sudah mampu buka usaha sendiri.

Motivator

Tiga hal besar yang menjadi kunci sukses yaitu :
1. Tujuan yang jelas 
Tujuan yang jelas mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Dengan tujuan yang jelas, orang ‘bodoh’ lainnya, Thomas Alva Edison berhasil menemukan bola lampu dan mempatenkan 1000 lebih inovasi.  Tujuan itu lah yang membuat Edison bisa bertahan pada setiap kegagalan yang terjadi.  Ia gagal dalam mencoba 10.000 jenis logam untuk bola lampunya.  Bukannya menyerah, Edison justru mengatakan :”Saya tidak gagal 10.000 kali.  Saya telah sukses 10.000 kali untuk mengetahui jenis logam yang tidak berfungsi.
Saya yakin anda ingin sukses.  Langkah pertama menuju kesana adalah TETAPKAN dan TULISKAN TUJUAN ANDA.  Buat tujuan yang jelas.  Misalnya pendapatan.  Jangan buat tujuan :  “Saya ingin mempunyai pendapatan sebesar-besarnya”  kenapa begitu?  Karena tujuan di atas tidak jelas.  Untuk merubahnya menjadi jelas, anda cukup mengganti sebesar-besarnya dengan angka yang anda kehendaki.  Misalnya Rp. 100 juta per bulan.  Jadi tulisan tujuan anda akan menjadi: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta per bulan.”
Jangan juga gunakan kata “tidak”.  Jangan membuat tujuan : “Saya tidak mau miskin lagi”  tujuan ini, meski benar, tapi menggunakan kata-kata yang negatif.  Jadi aroomanya juga negatif.  Dan sering kali apa yang tidak diinginkan itu justru benar-benar terjadi.  Kalau anda bila tidak mau miskin, mungkin anda akan tetap miskin.  kenapa begitu?  Karena otak anda hanya merekam kata miskin itu.
Contoh mudah begini.  Sekarang, saya harap anda bisa membaca kalimat di bawah ini dan melakukannya:

2. Keyakinan yang benar dan kuat 
Adam Khoo sukses salah satunya karena ia merubah keyakinannya.  Ketika ia dicap bodoh, ia yakin bahwa ia bodoh.  Ia pun melakukan hal-hal bodoh.  Terlalu banyak nonton TV dan main games.
Tapi hasil pelatihannya menunjukkan bahwa keyakinan itu SALAH BESAR.  Ia pun mulai membangun keyakinan yang BENAR BESAR.
Keyakinan yang benar itu adalah bahwa ia justru orang yang sangat cerdas. Ia pun meninggalkan tindakan bodohnya.  Ia melakukan hal yang benar.  Hasilnya luar biasa.  Adam bisa merubah peringkatnya.  Dari peringkat 10 terburuk jadi terbaik.
Itulah hebatnya keyakinan.  Itu pula sebabnya mengapa semua orang sukses mempunyai keyakinan seperti Adam Khoo.  Keyakinan yang benar dan kuat.
Semua orang bisa sukses adalah keyakinan yang benar. Sukses tidak ditentukan oleh jenis kelamin, warna kulit, pendidikan, usia, agama, ras, suku, orang tua, bangsa, lokasi, dan sebagainya.  Sukses hanya ditentukan oleh tiga hal besar.  Tiga hal yang sedang kita bahas ini.  Tujuan, keyakinan, aksi.
Karena itu, mulai sekarang, bangunlah keyakinan yang benar.  Apa pun, siapa pun, bagaimana pun situasi dan kondisi anda.  Anda bisa sukses.  Saya malah yakin, setiap anda ditakdirkan sukses.
3. Aksi yang tepat 

Tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat memerlukan aksi yang tepat.  Tujuan yang jelas tanpa aksi yang tepat percuma saja.  Sang tujuan pasti tidak tercapai.
Misalnya anda menetapkan tujuan: “Mendapat pendapatan Rp. 10 juta per bulan“.  Tapi setiap hari anda hanya nonton TV.  Pasti tujuan jelas anda itu tidak akan tercapai.
Demikian juga dengan keyakinan yang benar dan kuat.  Tanpa aksi, keyakinan itu tidak akan membuat anda mencapai tujuan.  Jadi, anda benar-benar membutuhkan aksi untuk mencapai tujuan.
Misalnya anda lapar.  Tujuan anda adalah menjadi kenyang. Anda yakin di lemari makan ada makanan.  Anda juga yakin anda bisa mengambil dan memakannya.  Tapi anda tidak bergerak.  Apakah anda akan kenyang?  Pasti tidak.
Jadi, apakah aksi lebih penting dari tujuan dan keyakinan?  Jelas tidak.  Tanpa tujuan, aksi anda tidak akan menghasilkan apa-apa.  Anda akan seperti mayat berjalan tanpa tujuan.  Tanpa keyakinan, anda pasti diliputi keraguan dan ketakutan.  Keraguan dan ketakutan justru membuat anda tidak bertindak sama sekali.
Aksi yang tepat ada tiga.  Pertama, belajar.   Kedua, praktek apa yang telah dipelajari.  Ketiga, evaluasi.
Misalnya anda ingin menjadi pebisnis sukses dengan penghasilan Rp. 100 juta per bulan.  Maka anda harus belajar.  Apa yang anda pelajari?  Anda harus belajar apa-apa saja yang anda perlukan untuk jadi pebisnis sukses.  Anda harus belajar tentang ide bisnis, marketing, produk, komunikasi dengan mitra bisnis dan sebagainya.
Setelah belajar pada tahap tertentu, langsung praktekkan.  Dengan praktek, anda akan tahu, apakah hasil belajar anda telah cukup atau tidak.  Bila cukup, maka anda akan mencapai tujuan anda.  Bila ini yang terjadi, anda harus membuat tujuan baru.  Dan belajar lagi.
Bila belum cukup – berarti tujuan anda belum tercapai – maka anda harus evaluasi diri.  Apa yang masih kurang itu?  Bila sudah tahu, anda harus belajar lagi.  Begitu terus sampai tujuan anda tercapai.  Itulah aksi yang tepat.
Bagaimana anda bisa belajar dengan lebih baik?  Ada satu rumus yang bagus.  Belajar lah dari orang-orang yang sudah sukses.
Contoh sederhana bila anda ingin naik  ke puncak gunung untuk pertama kalinya.  Mana yang lebih baik?  Anda naik bersama teman-teman yang belum pernah naik gunung juga?  Atau naik gunung bersama orang yang sudah pernah naik gunung sampai ke puncaknya?    Pasti yang disebut terakhir lebih baik.
Karena itu belajar lah dari orang yang telah sukses.  Ingin jadi artis sukses, belajar dari artis sukses.  Ingin jadi pebisnis sukses, belajar dari pebisnis sukses.  Kemungkinan suksesnya pasti jauh lebih besar.  Selamat beraksi.  Belajar.  Praktekkan.  Evaluasi.

Minggu, 23 September 2012

Investasi Emas Untuk Pendidikan Anak

Pendidikan Anak yang semakin mahal membuat kita sebagai orang tua menjadi lebih cermat dalam mempersiapkan masa depan anak, tentunya ada cara mudah agar dapat menata masa depan anak yaitu investasi emas dengan alasan bahwa emas sbb:
  • Berinvestasilah dalam jangka panjang bukan untuk jangka pendek terutama bila emas tersebut dalam bentuk perhiasan. Karena emas dalam bentuk perhiasan tentu saja harganya sudah ditambahi biaya pembuatan, bila anda menjual perhiasan emas tersebut maka toko emas tidak akan membayar harga pembuatan perhiasan tersebut dan hanya membayar harga emasnya.
  • Investasi emas yang baik adalah investasi emas batangan. Saat ini sudah tersedia berbagai macam ukuran beratnya, mulai dari kilogram sampai yg terkecil 2 gram atau 1 gram. Dan tidak seperti emas perhiasan emas batangan tidak meminta biaya pembuatan.
  • Jika anda membutuhkan emas sebagai perhiasan maka belilah emas kuning 24 karat tanpa berlian.Karena jenis ini yang paling dinilai tinggi oleh toko emas.
  • Sediakanlah dana darurat sebelum berinvestasi emas,besarnya dianjurkan minimal 5 kali lipat pengeluaran bulanan anda. Kegunaannya adalah apabila ditengah perjalanan anda membutuhkan dana yg memaksa maka anda tidak harus menjual emas anda.Ingat emas lebih menguntungkan bila disimpan dalam jangka panjang.
  • Anda juga bisa berinvetasi dalam bentuk koin emas ONH (ongkos naik haji). Biasanya koin emas ini diminati sebagai alternatif investasi bagi yang ingin menabung dan mempersiapkan ibadah haji. Apabila anda menabung dalam bentuk mata uang maka pasti terkena inflasi jika anda menabung dalam bentuk emas maka sangat aman terhadap inflasi.
  •  Bila membeli emas bukan dari P.T. Logam Mulia, pastikan bahwa emas batangan 24 karat yang dibeli memiliki sertifikat ANTAM dengan kadar 99.99% serta nomor ID di sertifikat cocok dengan nomor di emas batangannya.
  •  Simpan emas anda dengan baik. Bisa beli brankas sendiri untuk dirumah, bisa ditambahi asuransi untuk berbagai macam resiko atau bila perlu menyewa SDB (safe deposit box). Tentu saja dengan perhitungan intung rugi yang bisa anda buat sendiri menyesuaikan berapa banyak emas yang anda miliki.
  • Dana pendidikan anak tiap tahunnya mengalami kenaikan yang sangat signifikan, khususnya dana pendidikan di kota-kota besar di Indonesia. Rata-rata kenaikannya mencapai 20% pertahun. Tentu ini menjadi tantangan buat kita agar bisa merencanakan dana pendidikan anak-anak kita dengan baik dan itu mesti dimulai dari sekarang.
  •  Berikut adalah tabel rencana pencapaian dana pendidikan yang juga sudah kami konversikan ke dalam emas:
  • http://outletdinar.com/apps/wp-content/uploads/2011/05/tabel_dana_pendidikan_berbasis_emas.png
  • Asumsi yang dipergunakan adalah seperti ini:
  • Rencana dana pendidikan untuk anak yang berusia 1 tahun.
  • Data dana pendidikan adalah hasil riset tahun 2009.
  • Kenaikan pertahun dana pendidikan untuk playgroup-SMA adalah 20%, sementara untuk PT adalah 15%.
  • Untuk kalkulasi dana pendidikan dari playgorup-SMA hanya memperhitungkan uang pangkal/masuk, sementara untuk PT sudah merupakan total dari masuk sampai lulus.
  • Kenaikan pertahun harga emas adalah 20%.
Kita coba ingat kembali rumus untuk mencari future value (FV):
FV = PV*(1+r)^n
Dengan demikian kita bisa melihat dari tabel tersebut di atas, jika dengan menggunakan nilai sekarang PV (present value), maka jika dikonversikan ke dalam emas kita cukup menyiapkan sekitar 419gr emas 24k.
Sementara jika dengan menggunakan FV dana pendidikan, kita malah cukup menyiapkan emas 24k sekitar 296gr. Berarti mengalami penurunan.
Hal ini wajar karena asumsi kenaikan harga emas kita patok di angka 20% tahun, sementara ada 1 jenjang pendidikan yang asumsi inflasinya cuma 15%/tahun, dibawah kenaikan harga emas, yakni jenjang pendidikan perguruan tinggi.
Dengan mengambil angka hasil konversi total dana pendidikan saat ini ke dalam emas yang 419gr, tinggal kita rencanakan bagaimana strategi kita untuk mencapainya.
Jika kita displin dan komitmen secara rutin menabung emas 5gr saja per bulan, maka insya Allah dalam jangka waktu kurang dari 7 tahun (tepatnya 83.8 bulan) kita sudah bisa mengumpulkan emas 419gr. Ini jauh lebih cepat dari jangka waktu yang tersedia yakni 17 tahun. 

Rabu, 19 September 2012

Allah maha penolong

Kegelisahan hati ini hanya bisa tenang apabila mengingat yang membuat hidup...hanya allah yang membuat dan meredakan hati yang gelisah ini. segala keresahan manusia dan kesalahan yang pernah dibuat dicatat allah. Hanya kepadamu hamba bergantung dan meminta pertolongan.
Ya allah aku bersujud kepadamu dan memohon pertolonganmu dengan segala kerendahan hati ampuni dosa hamba yang selama ini hamba buat...bersihkan, beri petunjuk kejalan yang benar....
Bimbinglah kami menuju siratul musta'qin, rabb kami mengincar karir yang lurus dan benar sampai pensiun selamat dunia dan akhirat. Ya Rabb...kepadamu hamba bersimpuh atas segala dosa selama ini, semoga engkau menolong hamba menata kembali kehidupan pekerjaan hamba. Tidak ada yang mustahil apabila engkau berkehendak...hamba yakin atas pertolongan dan petunjukmu yang lurus...semoga hamba selalu berada dijalanmu. Terhindar dari lingkungan yang rakus, zalim, dan penuh kebusukan dan keangkara murka'an.....hamba takut azabmu ya rabb...tolong hamba...tolong hamba ya allah. Maha mendengar engkau ya allah...

Minggu, 02 September 2012

Cara Mengatasi Gendam atau Hipnotis

 Gendam adalah pecahnya konsentrasi seseorang terhadap kejadian yang dibuat pelaku gendam agar kita tertuju pada lakon yang mereka mainkan.
cara mencegah gendam :
1. Jangan percaya ada gendam, cobalah menyugesti diri. Rasa takut bisa dimanfaatkan penggendam.
 2. Jangan percaya pada orang yang baru Anda kenal, biasanya penggendam seorang persuasif yang baik.
3. Waspada akan tepukan orang, hindari percakapan dari orang tersebut. Lebih baik pindah tempat dan alihkan perhatian ke hal lain.
4. Jangan berpikir kosong saat sendirian di tempat umum.
5. Waspada dengan rasa kantuk, mual, pusing, dada sesak secara tak wajar. Mungkin ada orang yang berusaha menelepati Anda, ambil sikap tenang dan berdoa.
6. Kalau Anda latah, usahakan pergi bersama orang lain. Latah bisa menjadi jalan bagi penggendam membuka alam bawah sadar Anda.
7. Hati-hati bila Anda dikerumuni orang secara tiba-tiba. Bisa saja ini salah satu trik penggendam.
 8. Jika Anda merasa tiba-tiba memasuki kesadaran berbeda, konsentrasi dan niatkan diri untuk kembali normal.

Rabu, 18 Januari 2012

MENGATASI CEGUKAN (Hiccup)

Cegukan (Hiccup) adalah bentuk dari gerakan diagfragma yang mendadak, diluar kemauan kita kearah rongga perut.Hal itu disebabkan, oleh karena terangsang sesuatu yang menyebabkan kita menarik nafas tiba-tiba dan cepat. Sehingga, pada akhirnya udara yang dihisap melewati trachea (bagian dari saluran nafas) tadi, membentur pita suara yang akan menimbulkan suara “hiiiik” pada waktu cegukan.
Diagfragma sendiri adalah anyaman otot yang berbentuk kubah, melengkung kearah rongga dada yang sekaligus berfungsi sebagai pemisah rongga dada diatas, dengan rongga perut dibawahnya.
Gerak diagfragma yang tiba-tiba, yang berdampak pada menarik nafas yang cepat distimulasi oleh:
-Makan/ minuman menelan terlalu cepat/ terburu-buru/ terlalu banyak.
-Rangsangan pada tenggorokan, menelan udara misalnya merokok.
-Rangsangan lambung/ perubahan temperature lambung, misal : sehabis minum dingin lalu panas.
-Alkohol, emosi seperti gugup, cemas, dan sebagainya
Cegukan biasanya berlangsung sesaat atau beberapa menit. Bila kemudian kondisi tersebut berlangsung lama, maka perlu dicari penyebab lain.
Cara mengatasi cegukan yang dapat dilakukan, antara lain dengan :
-Menahan nafas seperti kalau kita menyelam.
-Menghisap gula pasir yang ditaruh dibawah lidah, berulang 3x berinterval 2 menit.
-Dikejutkan sebagai rangsang motorik.
-Menarik lidah kuat-kuat.
Cegukan perlu mendapatkan perhatian serius bila terdapat kondisi berikut:
- Berlangsung dalam kurun waktu lebih dari 3 jam
Disertai dengan gejala lain, seperti: sakit perut, demam, sesak nafas, muntah atau batuk darah
Berkenaan dengan kelainan iga/ rongga dada, tentu hal tersebut akan sedikit banyak mempengaruhi bentuk/ volume paru-paru Anda sehingga mudah terinfeksi, sesak nafas, banyak mengelurkan dahak kuning/ hijau. Dalam hal tersebut perlu dilakukan pemeriksaan rongten untuk memahami bentuk dan dampak kelainan tulang.
Sedangkan untuk keluhan dalam bentuk nyeri pinggang sebelah kanan, bisa karena masalah yang berkaitan dengan ginjal kanan, atau bahkan dapat pula tidak berhubungan dengan problem ginjal. Biasanya dokter akan memeriksa urin & darah Anda dilaboratorium. Mungkin juga memeriksa dengan USG. Semua itu untuk menentukan apakah berkaitan dengan ginjal atau tidak. (US)


Selasa, 17 Januari 2012

Mendidik anak di Universitas Kehidupan

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.
Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.
Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.
[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.
[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.
[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.
[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.
[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.
[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik
[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.
[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.
[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.