Rabu, 17 Oktober 2012

Cara Belajar Toefl Sendiri


Jika dasar pengetahuan bahasa Inggris Anda kurang bagus (nilai TOEFL sekitar 400-an), sebaiknya Anda memakai buku berjudul Building Skill for TOEFL terbitan  Nelson atau Bina Rupa Aksara (khusus hak edar Indonesia).
Jika Anda mempunyai TOEFL awal (tanpa belajar) sekitar 500, sebaiknya Anda memakai buku Cliffs: TOEFL Preparation Guide.
1. STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSION
- Pelajari teori  struktur  bagian perbagian secara berurutan hingga mengerti.
2. LISTENING
-Biasanya,  orang  yang  nilainya  jatuh  pada   bagian   ini (Section I) memberikan alasan sebagai berikut:   ”   Saya tidak mengetahui arti kata yang diucapkan “. Menurut saya, alasan ini adalah tidak tepat. Yang terjadi adalah: “Saya tidak tahu bunyi kata yang diucapkan”. Dengan kata lain: ” Saya gagal mengidentifikasi kata  apa  yang diucapkan. ”
Buku yang paling baik untuk mempelajari  bagian  ini  adalah Building Skill for TOEFL terbitan Nelson/Bina Rupa Aksara ataupun Preparation Course for TOEFL dari Longman.
3.  VOCABULARY AND READING COMPREHENSION
- Sering seringlah membuka kamus ketika membaca bacaan berbahasa Inggris. Kalau Anda mengetahui arti dari seluruh kata yang terdapat pada buku Barron atau Cliffs, Hal itu sudah Lebih dari pada cukup.
Kalau Anda ingin meningkatkan vocabulary Anda secara sistimatis, buku yang terbaik adalah buku yang berjudul Word Smart dari Princeton Review.
-  Usahakanlah untuk sering  mengarang  dalam  bahasa  Inggris Cukup yang sederhana saja, misalnya: kegiatan Anda sehari-hari,  cita-cita, riwayat hidup, dsb.  Hal  ini sangat  membantu untuk  menguasai TOEFL, apalagi jika ada TWE (Test of Written English).

Senin, 15 Oktober 2012

Materi Tes CPNS

- Tes Kompetensi Dasar :
1. Kewarganegaraan (Pancasila, UUD 1945)
2. Intelegesia Umum (Aritmatika, Pengetahuan Umum, Soal Cerita Hitung)
3. Tes Psikotes (Kepribadian)
- Tes Kompetensi Bidang
- TOEFL Internet Based (ITC)
- Wawancara

Rabu, 10 Oktober 2012

Seri Tumbang Anak I

Anak lahir dengan takdir yang berbeda-beda sehingga orang tua tidak perlu cemas anaknya tidak sama dengan anak orang lain yang kita lihat lebih lincah, pintar dan lain-lain yang kita anggap anak kita tidak sama dengan anak orang yang kita lihat. Tapi sebagai orang tua tentunya kita harus waspada dan peka terhadap tumbuh kembang anak kita sehingga apabila terjadi penyimpangan dapat segera kita deteksi secara dini. 
Ciri-ciri anak sehat :
1. Berat badan dan Tinggi Badan Naik sesuai dengan Standart KMS
2. Tidak sakit-sakitan
3. Tidurnya lelap dan cukup
4. Makannya dan minumnya cukup 
5. Tampak aktif, gesit dan gembira serta mudah menyesuikan diri dengan lingkungannya
6. Setiap waktu perilakunya menunjukan peningkatan baik dari segi bicara, pikirannya betambah cerdas, perasaan bertambah peka dan kemauan sosialnya baik.
7. BAB teratur
Jadi apabila anak anda terjadi penyimpangan segera berkonsultasi ke bagian tumbuh kembang anak agar segera diketahui penyebab dan penanganannya.
SEGERA PERIKSA ANAK ANDA APABILA TERJADI GANGGUAN, JANGAN TUNDA ATAU TERLAMBAT....KARENA ANAK ANDA ADALAH ASET MASA DEPAN ANDA JADIKAN BUAH HATI ANDA ORANG YANG BERKUALITAS MELALUI ASAH, ASIH, ASUH ORANG TUA YANG BERKUALITAS.

Selasa, 09 Oktober 2012

Entrepreneurship Bidan Praktek Swasta


Syarat Mendirikan Bidan Praktek Swasta
1. Menjadi anggota IBI
2. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan 
3. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek
4. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum.
5. Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah
6. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan pelayanan   pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan.
7. Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian sebagai berikut
TIPS MEMBUKA PRAKTEK PRIBADI
1. KOMITMEN
Hal pertama sebelum membuat klinik dan praktek pribadi adalah komitmen…yaa komitmen adalah hal yang sangat penting dalam membuka usaha, karena sukses tidaknya suatu usaha itu adalah tergantung dari komitmen kita sebagai yang punya usaha, apakah kita ingin usaha kita itu maju atau begitu-begitu aja. dan satu hal lagi adalah semangat pantang menyerah, soalnya dalam membuka usaha gak akan selamanya untung terus pasti akan ada yang namanya jatuh atau rugi, nah disaat-saat itulah mental dan semangat TS diperlukan, tapi percayalah Allah SWT akan merubah nasib umatnya yg mau berusaha dan bekerja keras.
2.Tempat
Ingin buka tempat praktek maupun klinik sebisa mungkin harus diperhatikan kondisi tempat membuka usaha, karena seperti kata pepatah “posisi menentukan prestasi”.
3. Izin
Tentu saja dalam membuat usaha kita perlu izin, soalnya klo ngga bisa kena denda , minimal SIP lah untuk yang praktek pribadi, untuk klinik izinnya malah lebih banyak lagi seperti:
  • Izin dari puskesmas setempat (untuk pengolahan limbahnya juga)
  • Izin dari tetangga kanan, kiri, depan, belakang
  • IBI setempat
 4.  Persiapan Alat-alat 
Alat-alat disini bisa bermacam-macam, dari mulai alat-alat penunjang di tempat praktek  seperti tempat tidur, meja, kursi, dispenser, TV, AC, lemari, kipas angin, tempat sampah, ember dll.
Untuk biaya pembuatan plang nama sendiri berkisar antara Rp. 600.000-1.000.000 (sudah termasuk biaya tiang penyangganya juga) .
Alat-alat yang lain adalah :
I. Perlengkapan Ruang Pemeriksaan
1. Tensimeter 
2. Stetoskop Biasa
3. Stetoskop Bidan / Funandoskop
4. Timbangan Dewasa
5. Timbangan Bayi
6. Bak sarung tangan steril
7. Sarung tangan steril
8. Bak kapas lisol (desinfektan sejenis) steril
9.  Kapas, kasa, kapas lidi (secukupnya)
10. Waskom
11. Piala Ginjal (Nierbeken)
12. Termometer Badan
13. Spekulum Vagina
14. Reagensia Antiseptik (secukupnya)
15. Perlengkapan Kedaruratan : 
      a. Alat Pertolongan Pertama pada kecelakaan 
      b. Spuit disposible 5 cc/ 2,5 cc
      c. Obat suntik kedaruratan (ditentukan puskesmas)
16. Buku Catatan Kasus (BK. Register Persalinan)
      Kartu Pasien (Secukupnya)
      Buku Laporan Berkala
II. Perlengkapan Ruang Persalinan 
A. Set Persalinan  yang siap pakai (steril)
1. Kain Steril (50 x 50 cm)
2. Sarung tangan steril
3. Penjepit tali pusat 
4. Gunting episotomi & tali pusat 
5. Tali pengikat tali pusat 
6. Penghisap Lendir Bayi
7. Termometer Badan
8. Kateter (Nelaton)
9. Kasa, kapas, kapas lidi (secukupnya)
10. Reagensia antiseptik mata, tali pusat
B. Set Jahit Episiotomi (Perincum) yang siap pakai
1. Kain Steril (50 x 50 cm)
2. Sarung tangan steril 
3. Pemegang jarum bedah (Nalpuder)
4 Jarum Otot
5. Jarum kulit
6. Penjepit (pinset bedah)
7. Gunting (plester, benang,episiotomi) 
8. Kartu M.K.B
9. Kartu Partograf
10. Kartu Persetujuan (Informed Consent)
11. Benang otot (cutgut)
 C. Set Suntikan 
D. Sarana Perlengkapan Lainnya

5. Obat-obatan

Nah persiapan berikutnya adalah obat-obatan. Tidak perlu bekerjasama dengan retailer ataupun perusahaan obat dulu, cukup beli saja obat-obat generik ber merk yang dijual bebas di pasar, harga nya pun cukup murah, dan mutunya pun tidak kalah dengan obat-obat paten yang di jual di apotik-apotik.

6. Maintenance
Mempersiapkan biaya untuk penyelenggaraan klinik atau praktek , seperti biaya listrik, air, asisten dan pajak tentunya (jika tempat milik TS sendiri). 
Dari prinsip-prinsip entrepreneurship yang diungkapkan oleh Dhidiek D. Machyudin, Khafidlul Ulum dan Leonardus Saiman, maka prinsip-prinsip berwirausaha dapat disempurnakan menjadi 14 prinsip, antara lain: 
1.    mulailah dan jangan takut gagal; 
2.    penuh semangat; 
3.    kreatif dan inovatif; 
4.    sabar, tekun, tabah; 
5.    optimis; 
6.    membangun relasi dan network dengan sesama wirausahawan; 
7.    bertindak dengan penuh perhitungan; 
8.    pantang menyerah; 
9.    ambisius; 
10. peka terhadap pasar; 
11. berbisnis dengan standar etika; 
12. mandiri; 
13. jujur; dan 
14. peduli terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam mencapai kunci sukses berwirausaha.
POLA PIKIR WIRAUSAHA 
Menurut Neal Thornberry, Pola pikir wirausaha melibatkan 10 kualitas, sebagai berikut: 
1.    Memiliki Locus of Control internal 
     Menggambarkan bagaimana seseorang berpikir tentang kendali hidupnya. 
2.    Memiliki toleransi untuk ambiguitas 
    Seorang wirausaha memiliki toleransi untuk berbuat berbeda dan melanggar hal-hal yang dianggap pakem.  Sebagai contoh: pakem yang umum buat mereka yang ingin membuka restoran adalah; bukalah di tempat yang ramai. Namun demikian, saat ini sudah banyak contohnya dimana restoran yang dibuka di tempat terpencil justru diserbu pelanggannya. Begitu pula dengan pendirian sebuah BPS maupun Klinik bersalin, tidak harus di tempat yang ramai. 
3.    Kesediaan untuk mengaji orang yang lebih cerdas dari dirinya. 
Seorang Bidan yang membuka praktek mandiri maupun klinik bisa bekerja sama dengan bidan lain maupun dokter spesialis kebidanan dan anak sehingga bersinergi. 
4.    Konsistensi untuk selalu berkreativitas, membangun dan mengubah berbagai hal. 
Sebagai contoh: Dalam menjalankan praktek sebagai penolong persalinan seorang bidan bukan hanya menolong persalinan saja tetapi juga menawarkan jasa lain satu paket dengan jasa persalinan dengan tarif tertentu. Misalnya: Paket  A :`Tarif 1.000.000 dengan layanan sebagai berikut: persalinan normal 2 hari+ biaya mecuci ari-ari+biaya mengurus akte lahir bayi+ biaya pijat ibu dan bayi. 
5.    Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan 
Bidan selaku wirausahawan selalu awas terhadap peluang-peluang baru. Bidan dengan kemampuan intuisinya yang selalu ditempa mampu membaca trend jaman. 
6.    Rasa urgenitas yang tinggi. 
Para tokoh bisnis sering mengatakan pameo ini “inovasi atau mati”. Apa artinya? Artinya adalah bahwa inovasi sudah merupakan sesuatu harga mati, ini adalah sesuatu yang urgen dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. 
7.    Perseverance 
Usaha untuk menemukan ide baru kemudian berusaha mematangkan dan mewujudkannya. 
8.    Resilience (ketahanan) 
Wirausaha yang tangguh memiliki sikap seperti boneka anak-anak yang jika dipukul selalu kembali ke posisi semula. 
Inilah sikap ketahanan yang perlu dimiliki setiap kita yang sadar bahwa hidup adalah perjuangan, dan perjuangan selalu memerlukan kekuatan untuk bangkit setelah jatuh dan bangun setelah terjerambab oleh kerasnya kehidupan. 
9.    Optimis 
Secara sederhana dapat diartikan sebagai lompatan dari satu aktivitas ke aktivitas lain, tanpa kehilangan antusiasme. Optimis adalah juga bentuk keyakinan bahwa tujuan akan tercapai dan target akan terpenuhi dengan kekuatan sendiri. 
10. Rasa humor tentang diri sendiri 
Ini adalah bentuk rasa besar hati. Kemampuan mentertawakan diri sendiri adalah bentuk kapabilitas untuk mengkoreksi bahkan mengkritik diri sendiri. Ini adalah sebuah rasa legowo untuk tidak menilai diri sendiri sudah mencapai prestasi yang optimal. 
Penerapan Networking dalam bidan pribadi (praktek profesional) dapat berupa :  Promosi dan pemasaran pelayanan bidan secara  getok tular untuk menjaring klien baru. Hal ini diperoleh ketika ada seorang klien atau pasien yang merasa puas dengan pelayanan profesional bidan tersebut, dia dapat menjadi sumber informasi untuk menyebarkan informasi tersebut kepada klien lain maupun calon klien lain terutama yang mengalami ketidakpuasan untuk pindah ke pelayanan profesional oleh bidan tersebut. 2. Promosi  dan pemasaran pelayanan bidan melalui jejaring   media sosial. Bidan yang up to date (mahir dan tidak ketinggalan jaman) dengan teknologi kini dan tidak gatek dapat sharing informasi dan pengalaman dan berkomunikasi dengan  klien atau calon klien menggunakan media sosial misalnya FB, BB, What up.

Usaha Tanpa Modal

Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh. 
1. Menjadi perantara. 
  • Caranya dengan melibatkan diri dalam pemasaran sebagai marketing agen, menjual barang orang dengan cara konsi nyasi yaitu orang titip barang, dan baru bayar ketika barang laku. Setelah modal terkumpul baru buka sendiri.  
  • Kita juga bisa mulai usaha tanpa modal, dengan menjadi makelar, dengan berani bertindak, komitmen dan bergabunglah dengan orang-orang yang kaya dan sukses.
2. Kerja sama. 
  • Di mana kita menyediakan waktu, tenaga dan keahlian kita dan mengharapkan pihak lain menyediakan modalnya. 
3. Berkarir dulu. 
  • Kita melakukan ini dengan kesadaran penuh untuk manambah ilmu, mengumpulkan banyak teman membangun jaringan koneksi, tanpa terlalu memperhitungkan dengan hasil atau gaji yang diterima. Sambil menabung kita mulai usaha sebagai partner, jika sudah mampu buka usaha sendiri.

Motivator

Tiga hal besar yang menjadi kunci sukses yaitu :
1. Tujuan yang jelas 
Tujuan yang jelas mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Dengan tujuan yang jelas, orang ‘bodoh’ lainnya, Thomas Alva Edison berhasil menemukan bola lampu dan mempatenkan 1000 lebih inovasi.  Tujuan itu lah yang membuat Edison bisa bertahan pada setiap kegagalan yang terjadi.  Ia gagal dalam mencoba 10.000 jenis logam untuk bola lampunya.  Bukannya menyerah, Edison justru mengatakan :”Saya tidak gagal 10.000 kali.  Saya telah sukses 10.000 kali untuk mengetahui jenis logam yang tidak berfungsi.
Saya yakin anda ingin sukses.  Langkah pertama menuju kesana adalah TETAPKAN dan TULISKAN TUJUAN ANDA.  Buat tujuan yang jelas.  Misalnya pendapatan.  Jangan buat tujuan :  “Saya ingin mempunyai pendapatan sebesar-besarnya”  kenapa begitu?  Karena tujuan di atas tidak jelas.  Untuk merubahnya menjadi jelas, anda cukup mengganti sebesar-besarnya dengan angka yang anda kehendaki.  Misalnya Rp. 100 juta per bulan.  Jadi tulisan tujuan anda akan menjadi: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta per bulan.”
Jangan juga gunakan kata “tidak”.  Jangan membuat tujuan : “Saya tidak mau miskin lagi”  tujuan ini, meski benar, tapi menggunakan kata-kata yang negatif.  Jadi aroomanya juga negatif.  Dan sering kali apa yang tidak diinginkan itu justru benar-benar terjadi.  Kalau anda bila tidak mau miskin, mungkin anda akan tetap miskin.  kenapa begitu?  Karena otak anda hanya merekam kata miskin itu.
Contoh mudah begini.  Sekarang, saya harap anda bisa membaca kalimat di bawah ini dan melakukannya:

2. Keyakinan yang benar dan kuat 
Adam Khoo sukses salah satunya karena ia merubah keyakinannya.  Ketika ia dicap bodoh, ia yakin bahwa ia bodoh.  Ia pun melakukan hal-hal bodoh.  Terlalu banyak nonton TV dan main games.
Tapi hasil pelatihannya menunjukkan bahwa keyakinan itu SALAH BESAR.  Ia pun mulai membangun keyakinan yang BENAR BESAR.
Keyakinan yang benar itu adalah bahwa ia justru orang yang sangat cerdas. Ia pun meninggalkan tindakan bodohnya.  Ia melakukan hal yang benar.  Hasilnya luar biasa.  Adam bisa merubah peringkatnya.  Dari peringkat 10 terburuk jadi terbaik.
Itulah hebatnya keyakinan.  Itu pula sebabnya mengapa semua orang sukses mempunyai keyakinan seperti Adam Khoo.  Keyakinan yang benar dan kuat.
Semua orang bisa sukses adalah keyakinan yang benar. Sukses tidak ditentukan oleh jenis kelamin, warna kulit, pendidikan, usia, agama, ras, suku, orang tua, bangsa, lokasi, dan sebagainya.  Sukses hanya ditentukan oleh tiga hal besar.  Tiga hal yang sedang kita bahas ini.  Tujuan, keyakinan, aksi.
Karena itu, mulai sekarang, bangunlah keyakinan yang benar.  Apa pun, siapa pun, bagaimana pun situasi dan kondisi anda.  Anda bisa sukses.  Saya malah yakin, setiap anda ditakdirkan sukses.
3. Aksi yang tepat 

Tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat memerlukan aksi yang tepat.  Tujuan yang jelas tanpa aksi yang tepat percuma saja.  Sang tujuan pasti tidak tercapai.
Misalnya anda menetapkan tujuan: “Mendapat pendapatan Rp. 10 juta per bulan“.  Tapi setiap hari anda hanya nonton TV.  Pasti tujuan jelas anda itu tidak akan tercapai.
Demikian juga dengan keyakinan yang benar dan kuat.  Tanpa aksi, keyakinan itu tidak akan membuat anda mencapai tujuan.  Jadi, anda benar-benar membutuhkan aksi untuk mencapai tujuan.
Misalnya anda lapar.  Tujuan anda adalah menjadi kenyang. Anda yakin di lemari makan ada makanan.  Anda juga yakin anda bisa mengambil dan memakannya.  Tapi anda tidak bergerak.  Apakah anda akan kenyang?  Pasti tidak.
Jadi, apakah aksi lebih penting dari tujuan dan keyakinan?  Jelas tidak.  Tanpa tujuan, aksi anda tidak akan menghasilkan apa-apa.  Anda akan seperti mayat berjalan tanpa tujuan.  Tanpa keyakinan, anda pasti diliputi keraguan dan ketakutan.  Keraguan dan ketakutan justru membuat anda tidak bertindak sama sekali.
Aksi yang tepat ada tiga.  Pertama, belajar.   Kedua, praktek apa yang telah dipelajari.  Ketiga, evaluasi.
Misalnya anda ingin menjadi pebisnis sukses dengan penghasilan Rp. 100 juta per bulan.  Maka anda harus belajar.  Apa yang anda pelajari?  Anda harus belajar apa-apa saja yang anda perlukan untuk jadi pebisnis sukses.  Anda harus belajar tentang ide bisnis, marketing, produk, komunikasi dengan mitra bisnis dan sebagainya.
Setelah belajar pada tahap tertentu, langsung praktekkan.  Dengan praktek, anda akan tahu, apakah hasil belajar anda telah cukup atau tidak.  Bila cukup, maka anda akan mencapai tujuan anda.  Bila ini yang terjadi, anda harus membuat tujuan baru.  Dan belajar lagi.
Bila belum cukup – berarti tujuan anda belum tercapai – maka anda harus evaluasi diri.  Apa yang masih kurang itu?  Bila sudah tahu, anda harus belajar lagi.  Begitu terus sampai tujuan anda tercapai.  Itulah aksi yang tepat.
Bagaimana anda bisa belajar dengan lebih baik?  Ada satu rumus yang bagus.  Belajar lah dari orang-orang yang sudah sukses.
Contoh sederhana bila anda ingin naik  ke puncak gunung untuk pertama kalinya.  Mana yang lebih baik?  Anda naik bersama teman-teman yang belum pernah naik gunung juga?  Atau naik gunung bersama orang yang sudah pernah naik gunung sampai ke puncaknya?    Pasti yang disebut terakhir lebih baik.
Karena itu belajar lah dari orang yang telah sukses.  Ingin jadi artis sukses, belajar dari artis sukses.  Ingin jadi pebisnis sukses, belajar dari pebisnis sukses.  Kemungkinan suksesnya pasti jauh lebih besar.  Selamat beraksi.  Belajar.  Praktekkan.  Evaluasi.